Barito Selatan // Kabarmedianews.com- Pemerintah Kabupaten Barito Selatan tengah mengambil langkah proaktif dalam mempersiapkan penerapan konsep Zero Waste, dan dalam rangka tersebut, mereka melakukan kajian banding ke Kabupaten Banyumas. Upaya ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut terkait pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Menanggapi konfirmasi awak media, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta Peningkatan Kapasitas LHDLH Kabupaten Barito Selatan, M. Nanang Shalahuddin, ST, menjelaskan dengan rinci langkah-langkah yang akan diambil. “Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan sampah Zero Waste dengan alokasi dana sebesar 5 miliar rupiah. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan gedung TPST dan Gedung RDF – BBJP, termasuk peralatan pendukungnya seperti mesin Gibrig (pemilah), mesin pencacah, mesin hot Extruder, dan peralatan lainnya,” ujar Nanang. Selasa (19/12/2023).
Nanang melanjutkan, “Pemeliharaan peralatan mesin pengelola sampah ini menjadi kunci utama. Jika tercapai Zero Waste atau bebas sampah, lingkungan akan menjadi bersih dan bebas dari masalah sampah yang merugikan.”
Pada tahap pertama, dana sebesar 5 miliar rupiah akan dialokasikan dengan cermat untuk memastikan infrastruktur dan peralatan yang diperlukan siap digunakan. Nanang menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan sampah, dengan harapan bahwa investasi ini akan memberikan hasil positif dalam jangka panjang.
Langkah ini mencerminkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kajian banding ke Kabupaten Banyumas menjadi tonggak penting dalam upaya mereka untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pengelolaan sampah menuju Zero Waste.
Dalam menjalankan rencananya, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menjalin sinergi yang erat dengan Kabupaten Banyumas. Proses kajian banding melibatkan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarpihak, dengan tujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.
Nanang Shalahuddin menambahkan, “Kami telah melakukan dialog yang intensif dengan pihak terkait di Kabupaten Banyumas untuk memahami praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga melibatkan aspek edukasi dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya Zero Waste.”
Penting untuk dicatat bahwa penerapan Zero Waste bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Nanang menyoroti peran aktif masyarakat dalam mendukung program ini. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Kami akan melibatkan mereka dalam edukasi dan pelatihan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah dan praktik Zero Waste.” Pungkas nya. (Gun)






