Barito Selatan // Kabarmedianews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan Kalimantan Tengah telah menyalurkan program bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap I kepada 5.746 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat di daerah setempat. Asisten II Rahmat Nuryadin, yang didampingi oleh Sunaryo Kepala Bulog Buntok dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab, menyaksikan penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat di depan kantor Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Buntok, Selasa, 30 Januari 2024.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program CBP yang menjadi upaya pemerintah dalam menangani Stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrim di wilayah Barito Selatan. “Bantuan CBP adalah upaya Pemerintah untuk menangani kerawanan kemiskinan stunting atau gizi buruk serta mengendalikan dampak inflasi di wilayah Barsel,” ungkap Rahmat Nuryadin.
Pemkab Barito Selatan menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun 2024 ini, yang disalurkan melalui Bulog sebagai penyedia beras dan PT. POS sebagai transporter untuk jumlah 5.746 KK penerima di 6 Kecamatan se Barsel.
Proses penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup bagi penerima manfaat, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan.
Menurut data yang disampaikan oleh Pemkab Barito Selatan, penyaluran bantuan pangan CBP ini telah melalui proses verifikasi yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diperlukan oleh masyarakat penerima manfaat.
Dalam upaya menangani masalah stunting dan kemiskinan, Pemkab Barito Selatan juga terus melakukan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada warganya, terutama yang berada dalam kondisi yang rentan.” Pungkasnya. (Gun)






