Direktur RS Jaraga Sasameh, Pasien DBD Meningkat Menjadi 25 Orang Tidak Ada Korban Jiwa

Barito Selatan // Kabarmedianews.com – Direktur Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok Kabupaten Barito Selatan, dr. H. Norman Wahyu. MM, saat diwawancarai oleh beberapa awak media di ruang kerjanya pada hari Jum’at, 2 Februari 2024,

mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang ditangani sejak bulan Desember 2023 sebanyak 17 orang meningkat menjadi 25 orang pada 1 Januari 2024. Mereka adalah pasien Demam Berdarah (DBD) yang dirawat di rumah sakit tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat penyakit tersebut, dan semua pasien dapat tertangani dengan baik. Bahkan, beberapa di antara mereka telah mulai pulih dan sembuh.

“Untuk penanganan DBD, kami memiliki persediaan obat-obatan yang mencukupi, termasuk juga untuk penanganan diare pada musim kemarau nanti,” ujar dr. H. Norman Wahyu. MM. “Kami juga telah menyiapkan beberapa ruangan sebagai antisipasi apabila terjadi lonjakan pasien DBD, tetapi kami berharap hal tersebut tidak terjadi.”

Dr. H. Norman Wahyu. MM menambahkan bahwa rumah sakit tidak lagi menerima pasien baru DBD sejak tanggal 27 Januari hingga 31 Januari 2024. Semoga hal ini dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut di daerah Barsel maupun wilayah lainnya.

Terkait pergantian musim setelah banjir yang melanda Barsel dan surutnya air saat ini, fokus utama adalah pada penanganan penyakit DBD yang biasanya meningkat pada musim hujan. “Untuk kasus tahun ini, kami melihat adanya penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur dr. H. Norman Wahyu. MM. Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menutup, menguras, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk.

Peningkatan kasus DBD menjadi perhatian serius bagi pihak rumah sakit dan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisir dampak dan penyebaran penyakit tersebut. Semoga langkah-langkah pencegahan yang dilakukan dapat mengurangi angka kasus DBD di wilayah Barsel dan sekitarnya. (Gun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *