Wabup Ahmad Fadly Resmikan Mushalla Nurul Ilmi di PPTI Nurul Yaqin, Harapkan Lahirnya Cendekiawan Muslim dari Batipuh Ateh

TANAH DATAR | Langit pagi di Nagari Batipuh Ateh, Kecamatan Batipuh, terasa lebih teduh dari biasanya. Di lingkungan PPTI Nurul Yaqin, langkah para santri, tokoh nagari, perantau, dan tamu undangan menyatu dalam satu momen yang sarat makna: peresmian Mushalla Nurul Ilmi yang berdiri anggun di tengah kawasan pesantren.

Peresmian mushalla itu dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang hadir dalam suasana halal bihalal penuh kehangatan, Kamis (2/4/2026). Kehadiran mushalla tersebut bukan sekadar penambahan bangunan fisik, tetapi simbol harapan lahirnya generasi muslim berilmu, berakhlak, dan berintegritas dari rahim pesantren.

Dalam sambutannya, Ahmad Fadly menekankan bahwa mushalla di lingkungan pesantren memiliki fungsi jauh melampaui tempat ibadah. Ia menyebut mushalla sebagai pusat pembentukan karakter, ruang pembiasaan nilai-nilai Islam, sekaligus jantung aktivitas ruhani para santri.

“Keberadaan mushalla ini adalah kebutuhan mendasar bagi para santri. Di sinilah mereka tidak hanya belajar shalat berjamaah, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh harap.

Ia juga mengapresiasi kerja keras yayasan, pengurus pesantren, serta dukungan para donatur yang bahu-membahu mewujudkan pembangunan mushalla tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, perantau, dan pemerintah menjadi kunci lahirnya fasilitas pendidikan keagamaan yang berkualitas di nagari.

Bagi Ahmad Fadly, pesantren memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah maraknya pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang lainnya, pesantren dinilai menjadi benteng moral yang paling kokoh.

“Pesantren adalah tempat terbaik membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Dari sinilah kita berharap lahir anak-anak nagari yang kuat imannya, luas ilmunya, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Tanah Datar, Yonnarlis, yang turut hadir, menyampaikan rasa bangga sebagai anak nagari melihat perkembangan pesantren yang begitu pesat. Ia menilai, keberhasilan pembangunan mushalla ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong antara kampung halaman dan para perantau.

“Ini bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan agama masih sangat tinggi. Dukungan dari perantau dan masyarakat menjadi kekuatan utama pembangunan pesantren ini,” katanya.

Yonnarlis juga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah, khususnya terkait akses jalan menuju pesantren, agar aktivitas pendidikan dan keagamaan semakin lancar.

Dari sisi Kementerian Agama, Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar yang diwakili Kasubag TU, Helmi Zuldi, menyebut peresmian Mushalla Nurul Ilmi sebagai momen bersejarah. Mushalla ini tercatat sebagai mushalla ke-1007 yang berdiri di Kabupaten Tanah Datar.

Angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar data statistik, tetapi cerminan tingginya kesadaran masyarakat Tanah Datar terhadap pentingnya fasilitas ibadah dan pendidikan agama.

“Semoga dari mushalla ini lahir generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ucapnya.

Ketua Yayasan, Yusuf Malin Mancayo, tampak tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, para donatur, serta semua pihak yang telah membantu mewujudkan mushalla tersebut.

Ia juga menyebut adanya dukungan dari Anggota DPR RI, Rico Alviano, yang memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan pesantren.

“Ini adalah amanah besar bagi kami untuk terus mengembangkan pesantren dan memberikan pendidikan terbaik bagi para santri,” ujarnya.

Peresmian itu turut dihadiri Camat Batipuh, Rifka Akbar, unsur Forkopimca, wali nagari, KAN, BPRN, lembaga nagari, perantau, serta para donatur yang selama ini menjadi penopang berdirinya fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Di halaman mushalla yang baru diresmikan, para santri tampak berbaris rapi. Wajah mereka memancarkan semangat, seolah menjadi jawaban nyata dari harapan yang disampaikan para pemangku kepentingan hari itu.

Mushalla Nurul Ilmi kini bukan hanya bangunan baru di lingkungan pesantren. Ia telah menjadi simbol komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, tempat lahirnya kebiasaan baik, dan ruang pembentukan karakter generasi masa depan.

Dari Batipuh Ateh, harapan itu mengalir pelan namun pasti: bahwa dari lantai mushalla inilah kelak akan lahir cendekiawan muslim yang membawa nama nagari, daerah, bahkan bangsa, dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *