TANAH DATAR | Di tengah suasana duka pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, kepedulian Pemerintah Daerah terus ditunjukkan secara nyata. Sabtu, 16 Mei 2026, Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra turun langsung meninjau kesiapan dapur umum di kawasan Setangkai, Kecamatan Lintau Buo, guna memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak tetap terpenuhi dengan baik.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat yang terdampak bencana tidak mengalami kesulitan pangan selama masa tanggap darurat berlangsung. Dapur umum yang didirikan di Setangkai kini menjadi pusat distribusi makanan bagi ribuan warga dari berbagai wilayah terdampak.Sejak pagi, aktivitas di dapur umum tampak begitu sibuk.
Asap dari tungku masak mengepul di antara tenda-tenda darurat, sementara puluhan relawan dan ibu-ibu majelis taklim terlihat bergotong royong menyiapkan makanan dalam jumlah besar untuk didistribusikan ke sejumlah titik bencana.
Bupati Eka Putra terlihat menyapa para relawan satu per satu. Ia juga memeriksa langsung proses pengolahan makanan, ketersediaan bahan pokok, hingga sistem distribusi logistik agar bantuan dapat sampai tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Eka Putra, dapur umum terpusat di Setangkai sengaja dibentuk untuk mempermudah koordinasi penyaluran bantuan konsumsi kepada warga terdampak di Kecamatan Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Padang Ganting hingga Tanjung Emas.
“Seluruh makanan yang disiapkan di dapur umum ini nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting dan juga Tanjung Emas,” ujar Eka Putra di sela peninjauan.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan pangan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam situasi bencana. Menurutnya, kecepatan distribusi makanan dan logistik sangat menentukan kondisi masyarakat di lapangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dalam peninjauan itu, Eka Putra juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah. Ia mengaku terharu melihat tingginya semangat kebersamaan masyarakat Tanah Datar dalam membantu sesama di tengah musibah.
Tidak hanya personel dapur umum dari Pemda, keterlibatan TP PKK, relawan kemanusiaan, hingga ibu-ibu majelis taklim dari Nagari Taluak, Pangian, dan Buo menjadi kekuatan besar dalam menjaga keberlangsungan dapur umum tersebut.
Mereka secara bergantian memasak, membungkus makanan, menyiapkan air minum, hingga memastikan seluruh kebutuhan distribusi berjalan lancar. Suasana kebersamaan itu mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Minangkabau.
“Semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa. Semua bergerak secara sukarela membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga ini akan menjadi amal ibadah bagi ibu-ibu semuanya, aamiin,” kata Eka Putra penuh haru.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di lokasi dapur umum juga mengaku terbantu dengan kehadiran pemerintah daerah dan relawan. Bantuan makanan siap saji dinilai sangat meringankan beban warga yang rumah maupun akses jalannya terdampak bencana.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir memang menyebabkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Tanah Datar terganggu. Beberapa titik dilaporkan mengalami kerusakan akses jalan, genangan air, hingga material longsor yang menutup jalur penghubung antardaerah.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Selain mendirikan dapur umum, pemerintah juga menyalurkan bantuan logistik, melakukan pendataan warga terdampak, hingga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan pemulihan pascabencana.
Kehadiran langsung Bupati Eka Putra di tengah masyarakat terdampak menjadi suntikan semangat tersendiri bagi warga dan relawan. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendirian, melainkan bersama-sama saling menguatkan hingga kondisi kembali pulih.
NB






