Kabarmedianews.com-Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rayon 2 Indragiri Hilir yang berasal dari kepala sekolah kecamatan Tembilahan Hulu,Tempuling, Kempas kecamatan Tanah Merah dan Enok Kuindra.
“SMPN 2 Perigi Raja merupakan salah satu sekolah yang berada di Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sekolah ini berstatus negeri dengan lokasi di pemukiman pedesaan. Lokasi tepatnya SMP Negeri 2 Kuala Indragiri ini berada di desa Perigi Raja. Mayoritas mata pencaharian masyarakat desa Perigi Raja adalah nelayan dan ada juga yang mengambil hasil dari pucuk nipah tanaman liar pohon bakau yang hidup di sekitar pantai sungai. Beberapa suku dan agama juga ada di desa Perigi Raja ini, yaitu suku melayu, banjar, serta suku cina. Jadi siswa siswi yang bersekolah di SMP Negeri 2 Kuala Indragiri beragam dan penuh kebhinekaan yang tetapi tetap memilki kesatuan NKRI.
“Dari segi bangunan cukup kreatif sekolahnya ada bangunan yang dibuat dengan sederhana namun sangat kreatif bangunan yang dibuat berbentuk desain villa berbahan sederhana dari atap nipah dan kayu bakau namun terasa kita sedang berada ditempat wisata dan di sekolah juga ada tempat pemeliharaan ayam kerja sama dengan desa setempat untuk penyedian bahan dan alat nya cukup kreatif dan inovatif yang di buat oleh ibu Suherda Rikawati,S.Pd. selaku kepala sekolah .” ujar bapak M.Syamsi salah satu peserta MKKS dari SMPN 01 Tanah Merah .
Perigi Raja adalah negeri yang tertua di Indragiri Hilir. Nama Perigi Raja karena asalnya disitu ada perigi/sumur tempat orang-orang yang lalu lintas mengambil air tawar untuk minum dan memasak makanan, karena air yang di sungai rasanya asin. Diantara orang-orang yang lalu lintas dan mengambil air disitu terhitung pula Raja dan turunan Raja baik yang datangnya dari Rengat Indragiri ataupun datangnya dari Riau. Akhirnya perigi tempat mengambil air tawar itu berubah menjadi Perigi Raja, demikian kata orang-orang tua dahulu.
“Dari sumber Informasi penduduk setempat Bapak Akhmad Suhadi penduduk setempat yang sudah berumur 75 tahun padan 1970 Desa Perigi Raja tempat kapal besar bersandar di sekitar Pelabuhan dimana daerah ini merupakan kota perdagangan. Banyak orang berdagang sampai ke Singapura dan ada juga kantor Bea Cukai mengawasi lalu lintas barang dari dan/atau ke luar negeri, serta mengawasi barang-barang yang memiliki sifat atau karakteristik tertentu.
“Sampai saat ini perumahan beacukai masih berdiri dalihfungsikan dijadikan tempat tinggal guru guru SMPN 2 Perigi raja. Sebagian bangunan sudah hancur dan yang tersisa tempat bak penampungan Air.
“Dari peninggalan bangunan yang tersisa terlihat desa Perigi Raja dulunya kota yang sudah maju dan terkenal dengan Pelabuhan dagang dan tempat Perkantoran pemerintah yaitu perkantoran bea cukai (Mhd)







