PASIE NAN TIGO | Peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menjadi salah satu proyek strategis pemerintah yang menyedot perhatian publik. Di balik sorotan tersebut, PT Riau Andalan Utama sebagai pelaksana proyek justru menunjukkan pendekatan kerja yang terukur, hati-hati, dan berorientasi pada kualitas jangka panjang, sebuah sikap profesional yang penting dalam proyek infrastruktur bernilai Rp 7,5 miliar lebih.
Proyek dengan nilai kontrak Rp 7.546.874.400 dan durasi 72 hari kalender sejak SPMK 21 Oktober 2025 ini bukan sekadar pekerjaan fisik. Ia menyangkut masa depan lingkungan permukiman pesisir yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan banjir, sanitasi, dan saluran drainase yang tidak berfungsi optimal. PT Riau Andalan Utama memposisikan proyek ini sebagai tanggung jawab sosial sekaligus amanah negara yang harus dikerjakan dengan standar terbaik.
Pantauan lapangan pada awal Desember 2025 menunjukkan aktivitas pekerjaan masih berada pada fase awal, terutama pembersihan dan pembukaan saluran eksisting. Bagi masyarakat awam, tahap ini kerap dipersepsikan sebagai progres lambat. Namun dalam dunia konstruksi, fase awal justru menjadi pondasi utama yang menentukan ketahanan dan fungsi bangunan ke depan. Kesalahan pada tahap ini berpotensi menimbulkan kerusakan dini, sesuatu yang ingin dihindari oleh PT Riau Andalan Utama.
Perusahaan ini dikenal memiliki pengalaman menangani proyek infrastruktur di kawasan dengan karakteristik sulit, termasuk permukiman padat dan wilayah pesisir. Di Pasie Nan Tigo, tantangannya bukan hanya teknis, tetapi juga sosial dan lingkungan. Karena itu, tahapan awal difokuskan pada pengukuran, penyesuaian elevasi, serta penataan area kerja agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.
Papan proyek yang terpasang memuat informasi utama sesuai ketentuan, sebagai bentuk transparansi dasar kepada publik. Sementara itu, detail teknis pekerjaan tetap mengacu pada dokumen kontrak, gambar kerja, dan rencana kerja yang menjadi pedoman resmi antara pelaksana, konsultan pengawas, dan PPK. Mekanisme ini memastikan setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan teknis.
Aktivitas alat berat yang terlihat di lapangan menandakan proyek berjalan sesuai rencana kerja awal. PT Riau Andalan Utama memilih tidak terburu-buru masuk ke pekerjaan struktur sebelum seluruh persiapan benar-benar matang. Pendekatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap mutu, bukan sekadar mengejar tampilan fisik cepat yang berisiko menurunkan kualitas.
Soal manajemen waktu, PT Riau Andalan Utama memiliki rekam jejak dalam melakukan percepatan pekerjaan secara terukur. Setelah fase persiapan rampung, optimalisasi tenaga kerja, penambahan alat, serta pengaturan jam kerja menjadi strategi yang lazim diterapkan tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas konstruksi.
Aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan juga menjadi perhatian. Dalam setiap proyek, penerapan K3 dan pengendalian dampak lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab perusahaan. Penyesuaian pengamanan area kerja dilakukan seiring meningkatnya intensitas pekerjaan, menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang dinamis.
Interaksi dengan masyarakat sekitar pun menjadi bagian penting. PT Riau Andalan Utama memahami bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga dari penerimaan dan manfaat yang dirasakan warga Pasie Nan Tigo. Karena itu, keterbukaan terhadap masukan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan lokal menjadi prinsip yang terus dijaga.
Perlu ditegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang terkait adanya penyimpangan dalam proyek ini. Dalam kerangka tata kelola yang baik, setiap pelaksana proyek berhak atas asas praduga tak bersalah. Pengawasan dan evaluasi merupakan mekanisme normal untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan, dan PT Riau Andalan Utama justru berkepentingan penuh agar proses tersebut berjalan transparan.
Ke depan, harapan publik tertuju pada hasil akhir proyek ini. Dengan pendekatan profesional, pengalaman teknis, dan komitmen terhadap kualitas, PT Riau Andalan Utama diyakini mampu menyelesaikan proyek penataan permukiman Pasie Nan Tigo dengan hasil yang fungsional, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Proyek ini bukan sekadar bangunan, melainkan investasi sosial untuk masa depan lingkungan pesisir Kota Padang.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan pemantauan lapangan, dokumen proyek, serta prinsip keberimbangan. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan konfirmasi dari seluruh pihak terkait demi akurasi dan kepentingan publik.
TIM
PROYEK STRATEGIS RP 7,5 MILIAR DI PASIE NAN TIGO, PT RIAU ANDALAN UTAMA TUNJUKKAN KERJA TERUKUR DAN BERTANGGUNG JAWAB
MENATA PERMUKIMAN PESISIR, LANGKAH SENYAP PT RIAU ANDALAN UTAMA MENUJU HASIL BERKUALITAS
DI BALIK TAHAP AWAL PEKERJAAN, KOMITMEN MUTU PT RIAU ANDALAN UTAMA DI PASIE NAN TIGO
BUKAN SEKADAR KEJAR WAKTU, PT RIAU ANDALAN UTAMA PILIH AKURASI TEKNIS DAN DAMPAK JANGKA PANJANG
PROYEK NASIONAL DI KAWASAN PADAT, PROFESIONALISME PT RIAU ANDALAN UTAMA JADI KUNCI
PASIE NAN TIGO MENUJU LINGKUNGAN LAYAK, PERAN PENTING PT RIAU ANDALAN UTAMA DISOROT







