KMN, TANAH DATAR – Suasana di Jorong Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, tampak berbeda siang itu. Di tengah hamparan lahan yang masih menyisakan jejak bencana, masyarakat berkumpul — sebagian duduk bersisian, sebagian lagi berdiri memerhatikan. Mereka menunggu seseorang yang sudah lama ingin mereka temui.
Tak lama kemudian, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor Dt. Rajo Basa, tiba bersama isteri. Kehadirannya disambut hangat, namun ia memilih membuka pertemuan dengan kalimat penuh kerendahan hati.
Dengan suara tenang, Afriansyah meminta maaf karena tidak bisa hadir di hari pertama musibah terjadi. “Saya minta maaf sebesar-besarnya. Baru hari ini saya bisa datang untuk melihat langsung para dunsanak yang tertimpa musibah,” ucapnya.
Meskipun baru datang, ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya sudah berkomunikasi intens dengan Bupati Tanah Datar serta tokoh masyarakat Guguak Malalo. Dari sanalah ia mengetahui apa yang paling mendesak dibutuhkan warga.
Salah satu jawaban yang muncul: alat berat. Tanpa banyak waktu, Afriansyah pun menghadirkannya.
“Begitu tahu dibutuhkan alat berat, hari ini saya bawa dua unit. Nanti alat ini akan bekerja di sini. Operator dan BBM sudah kami siapkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, bantuan peralatan dapur, mesin sinso, serta sejumlah kebutuhan lain juga diserahkan. Semua diarahkan untuk membantu warga menata kembali kehidupan setelah bencana.
Di hadapan masyarakat, Wamenaker mengajak semua pihak menjaga lingkungan. Menurutnya, alam yang terjaga akan memberi kenyamanan dan keselamatan bagi generasi berikutnya.
“Mari kita lindungi lingkungan kita. Dengan lingkungan yang baik, kita akan hidup lebih nyaman,” pesannya.
Ia juga berjanji menghadirkan berbagai program yang bisa mendorong kebangkitan ekonomi warga. Harapannya sederhana namun kuat: kehidupan kembali normal, bahkan lebih baik.
“Saya ingin ekonomi masyarakat di sini cepat pulih. Bisa bangkit dan mandiri kembali,” tuturnya.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut kedatangan Wamenaker dengan rasa terima kasih. Baginya, bantuan ini bukan hanya alat dan logistik, tetapi juga bentuk perhatian bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pak Wamen hadir dan membawa bantuan yang sangat dibutuhkan. Semoga menjadi amal ibadah,” ucapnya.
Ucapan senada datang dari Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi. Ia menceritakan bagaimana pemerintah daerah sejak awal sigap menormalisasi akses jalan dan memastikan logistik tidak terputus.
Menurutnya, bantuan yang datang hari ini memberi napas baru bagi warga. Yang terpenting, masyarakat kembali punya harapan.
“Alhamdulillah, kehidupan perlahan normal. Harapan kami, ekonomi masyarakat bisa berjalan lagi seperti semestinya,” katanya.
Di akhir kunjungan, suasana terasa lebih ringan. Tak semuanya selesai hari itu, namun setidaknya ada keyakinan: pemerintah hadir, bergandeng tangan bersama masyarakat.
Kunjungan tersebut juga dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran Kementerian Ketenagakerjaan. Sebuah pertemuan yang tak hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat untuk bangkit bersama.
Nano Bojes







