Tanah Datar | Di tengah medan perbukitan yang menantang dan jalur transportasi yang menjadi urat nadi Sumatera Barat, Bupati Tanah Datar Eka Putra kembali menunjukkan peran sentralnya sebagai kepala daerah yang tidak hanya merencanakan, tetapi mengawal langsung pembangunan infrastruktur strategis. Rabu (28/1/2026), Eka Putra turun ke lapangan mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Jalan Arteri Lembah Anai.
Kehadiran Eka Putra di lokasi bukan sekadar formalitas penyambutan pejabat pusat. Ia hadir sebagai pemimpin daerah yang memahami betul bahwa Jalan Lembah Anai bukan hanya jalur penghubung antardaerah, melainkan jalur kehidupan bagi aktivitas ekonomi, distribusi logistik, pariwisata, dan mobilitas masyarakat Tanah Datar serta Sumatera Barat secara keseluruhan.
Selama bertahun-tahun, Jalan Lembah Anai dikenal rawan kemacetan, longsor, dan kecelakaan. Kondisi itu menjadi perhatian serius Eka Putra sejak awal kepemimpinannya. Melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, ia terus mendorong agar proyek jalan arteri tersebut masuk dalam prioritas nasional dan dikawal hingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri PU RI Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pengerjaan Jalan Arteri Lembah Anai terus dipercepat dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Bahkan, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri, jalur tersebut direncanakan dapat dibuka penuh pada periode H-7 hingga H+7.
Bagi Eka Putra, target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ia memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai kondisi lapangan, memperhatikan aspek keselamatan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Baginya, infrastruktur adalah fondasi kesejahteraan, bukan sekadar proyek fisik yang selesai lalu ditinggalkan.
Keseriusan Eka Putra dalam mengawal pembangunan ini turut terlihat dari hadirnya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dan Gubernur Sumatera Barat dalam peninjauan tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan nasional dan provinsi itu mencerminkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Eka Putra serta kuatnya komunikasi yang ia bangun antara daerah dan pusat.
Tidak berhenti di Lembah Anai, Eka Putra memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak rombongan meninjau Pasar Koto Baru, kawasan yang selama belasan tahun dikenal sebagai titik kemacetan kronis tanpa solusi permanen. Di hadapan Menteri PU RI, Eka Putra memaparkan langsung persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dengan segala keterbatasan, Pemkab Tanah Datar telah membuka jalan alternatif baru sebagai langkah awal mengurai kemacetan, meskipun lebar jalan tersebut masih sekitar 2,5 meter dan belum ideal untuk menampung arus kendaraan.
“Saat ini pemerintah daerah sudah membuka jalan alternatif baru, namun lebarnya masih sekitar 2,5 meter. Jalan ini kami usulkan untuk diperlebar agar benar-benar bisa dimanfaatkan mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” ujar Eka Putra di lokasi.
Langkah tersebut menunjukkan pola kepemimpinan Eka Putra yang proaktif dan solutif. Ia memilih bekerja lebih dulu di lapangan, mencari solusi nyata bagi masyarakat, lalu memperjuangkannya agar mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Di akhir rangkaian kegiatan, Eka Putra menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap Tanah Datar. Ia menegaskan bahwa sinergi yang terbangun ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur yang baik akan membuka akses, memperlancar distribusi, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Itulah yang terus kami perjuangkan untuk Tanah Datar,” tutup Eka Putra.
Dengan kepemimpinan yang membumi, konsisten, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, Eka Putra terus menegaskan komitmennya membangun Tanah Datar secara berkelanjutan dan berkeadilan, memastikan setiap pembangunan benar-benar menghadirkan manfaat bagi generasi hari ini dan masa depan.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun sebagai feature untuk menggambarkan peran dan komitmen kepala daerah dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait.
TIM RMO







