Batusangkar, Tanah Datar — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Sabtu (31/1/2026). Kunjungan ini dilakukan bersama Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Di kawasan yang masih menyimpan jejak bencana akhir November 2025 itu, deretan bangunan Huntara tampak hampir rampung. Kehadiran hunian sementara ini menjadi harapan baru bagi warga yang kehilangan rumah dan ruang aman untuk bernaung bersama keluarga.
Andre Rosiade menyampaikan bahwa pembangunan Huntara di Sumatera Barat merupakan bagian dari program nasional yang dikelola melalui Danantara dan dipercayakan kepada PT Nindya Karya sebagai pelaksana. Ia menegaskan, spesifikasi bangunan mengalami peningkatan sesuai arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kita ingin memastikan warga terdampak bencana mendapatkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi. Ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tapi ruang untuk memulihkan kehidupan,” ujar Andre di sela peninjauan.
Di Nagari Guguak Malalo sendiri, Huntara dibangun sebanyak 28 unit yang tersebar di dua titik berdekatan, masing-masing 20 unit dan 8 unit. Lokasinya berada di kawasan intake PLTA Singkarak yang dinilai aman dan strategis.
Setiap unit Huntara berukuran 4,5 x 4,5 meter dan dilengkapi fasilitas toilet serta MCK. Tak hanya itu, kawasan hunian juga dilengkapi taman bermain anak sebagai ruang tumbuh dan pemulihan psikologis bagi keluarga korban bencana.
“Insyaallah seluruh pekerjaan fisik selesai pada 1 Februari 2026, sekaligus pengisian furnitur. Huntara ini direncanakan diresmikan pada Senin, 2 Februari 2026. Kami juga akan membantu bingkisan sembako bagi para penghuni,” kata Andre Rosiade.
Ia menambahkan, pembangunan Huntara tidak hanya dilakukan di Kabupaten Tanah Datar, tetapi juga serentak di Kabupaten Agam. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Andre juga berpesan kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia berharap warga dapat tinggal dengan tenang di Huntara sembari menunggu realisasi pembangunan hunian tetap (Huntap).
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade serta pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan nyata bagi masyarakat Tanah Datar yang terdampak bencana.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi pascabencana berjalan sesuai amanat Presiden,” ujar Ahmad Fadly.
Ia berharap keberadaan Huntara ini dapat membantu warga bangkit dari keterpurukan, menata kembali kehidupan keluarga, serta menumbuhkan kembali optimisme pascabencana.
Di kesempatan yang sama, Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, melaporkan bahwa pembangunan 28 unit Huntara telah berlangsung selama tujuh hari dengan progres mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu.
“Setelah fisik selesai, kami langsung melakukan pengisian fasilitas. Setiap unit akan dilengkapi kasur, kipas angin, dan lemari. Selain itu, tersedia delapan toilet, dua dapur umum, serta area cuci dan jemuran,” jelasnya.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun untuk menggambarkan upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar melalui pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak, sekaligus menyoroti peran pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.
TIM RMO






