Tanah Datar | Masjid Jami’ Sumanik, Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, dipadati sekitar 1.500 jamaah pada Senin malam (2/2/2026). Ribuan jamaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dari masjid dan surau se-Kabupaten Tanah Datar menghadiri kajian akbar yang menghadirkan Dr. Yasmansyah, M.Pd, Ketua BAZNAS Kabupaten Tanah Datar.
Sejak awal kegiatan, antusiasme jamaah terlihat jelas. Masjid dipenuhi lautan jamaah yang mengikuti kajian dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Suasana tersebut mencerminkan kuatnya semangat masyarakat Tanah Datar dalam menghidupkan majelis ilmu sebagai bagian penting dari kehidupan beragama dan sosial.
Dalam tausiyahnya, Dr. Yasmansyah menegaskan bahwa majelis ilmu memiliki peran strategis dalam membangun umat yang beriman, berakhlak, dan bersatu. Menurutnya, majelis taklim bukan sekadar forum pengajian, tetapi fondasi pembinaan spiritual dan sosial umat.
“Majelis ilmu adalah cahaya. Dari sinilah iman dikuatkan, akhlak diperbaiki, dan persaudaraan umat dipererat. Jika majelis taklim hidup, maka masyarakat akan kuat dan beradab,” tegas Dr. Yasmansyah di hadapan ribuan jamaah.
Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu, kata dia, tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus melahirkan kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ilmu yang diamalkan akan melahirkan kepedulian. Dari kepedulian itulah tumbuh kebersamaan, dan dari kebersamaan lahir kekuatan umat,” tambahnya.
Kajian yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut diikuti jamaah BKMT dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Selain menjadi sarana penguatan iman, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi besar antarjamaah majelis taklim dari berbagai masjid dan surau.
BKMT Kabupaten Tanah Datar menilai kajian akbar ini sebagai bagian penting dari pembinaan umat yang berkelanjutan. Majelis taklim diharapkan terus menjadi ruang edukasi keagamaan sekaligus penguat ukhuwah dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Masjid Jami’ Sumanik dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kapasitasnya yang memadai serta perannya sebagai salah satu pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi jamaah untuk terus menghidupkan majelis ilmu di lingkungan masing-masing.
Melalui kajian tersebut, Dr. Yasmansyah kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menebarkan nilai ilmu, iman, dan kepedulian sosial demi terwujudnya umat yang religius, harmonis, dan berkeadaban di Kabupaten Tanah Datar.
NB






