Derby 1.600 Meter Tutup Hari Pertama Pacu Kuda Wirabraja 2026, Emmera Tampil Perkasa

Bukit Gombak, Batusangkar | Dentuman sorak penonton pecah bersamaan dengan derap langkah lima kuda terbaik yang melaju kencang di lintasan Pacu Kuda Dang Tuanku Bukit Gombak. Kelas Derby 1.600 Meter, race paling bergengsi, resmi menutup hari pertama Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026, Minggu (8/2/2026), dengan atmosfer meriah dan penuh adrenalin.

Sejak pagi, ribuan penonton memadati arena pacuan. Lapangan Dang Tuanku kembali menjadi magnet hiburan rakyat, menyatukan pecinta pacu kuda dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga perayaan tradisi, prestise, dan gengsi antar-stable.

Hari pertama mempertandingkan total 14 race dari berbagai kelas. Namun, perhatian utama tertuju pada race penutup, Derby 1.600 Meter, yang dikenal sebagai ujian sejati stamina, strategi, dan kekompakan kuda dengan jokinya. Derby ini memperebutkan Piala Lepas serta medali dari Sponsor Bank Nagari, dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.

Lima ekor kuda terbaik turun gelanggang, harus menaklukkan dua putaran penuh lintasan Dang Tuanku Bukit Gombak. Sejak start dilepas, tensi langsung terasa. Posisi saling kejar terjadi di setiap tikungan, sementara penonton tak henti memberi sorakan dari tribun hingga pinggir lintasan.

Di tengah persaingan ketat itu, Kuda Emmera tampil konsisten dan bertenaga. Dengan joki Nursyafri di atas punggungnya, Emmera menunjukkan performa stabil sejak putaran pertama hingga garis akhir. Pada meter-metermenentukan, Emmera berhasil menjauh dari para pesaing dan memastikan diri sebagai juara I Derby 1.600 Meter.

Kuda Emmera merupakan milik H. Ramlan Nurmantias, Wali Kota Bukittinggi. Kemenangan ini sekaligus menjadi sorotan tersendiri, mengingat Derby 1.600 Meter adalah kelas paling prestisius yang menjadi simbol supremasi pacu kuda dalam ajang Wirabraja.

Di posisi kedua, Kuda Istana Gerindra 08 milik Novitra Kemala, Ketua KONI Tanah Datar, juga tampil impresif. Dengan joki Ridwan Antoni, Istana Gerindra 08 memberikan perlawanan sengit hingga lap terakhir, sebelum akhirnya harus puas sebagai juara II.

Sementara itu, juara III diraih Kuda Reana Sangkara TJM milik Edwin dari TJM Stable. Meski tidak naik podium tertinggi, performa Reana Sangkara TJM tetap mendapat apresiasi penonton karena mampu bertahan di tengah tekanan Derby yang dikenal sangat menguras stamina kuda.

Sebelum Derby berlangsung, salah satu race yang tak kalah menarik perhatian adalah race ke-9 kelas 1.000 meter. Pada kelas ini, Kuda Queen Mentari milik Ny. Lise Eka Putra tampil dominan dan keluar sebagai juara I, membawa pulang hadiah Rp10 juta.

Queen Mentari berhasil mengungguli Kuda Meranti dari Sawahlunto, Kuda Venom dari Batusangkar, serta Kuda Arya Sprint dari Payakumbuh. Kemenangan tersebut semakin memanaskan atmosfer pacuan dan menjadi pemanasan sempurna sebelum penonton disuguhkan duel puncak Derby 1.600 Meter.

Kesuksesan hari pertama Pacu Kuda Wirabraja 2026 tidak lepas dari antusiasme masyarakat dan kesiapan panitia. Lintasan yang tertata, pengamanan yang terjaga, serta jadwal lomba yang berjalan tepat waktu membuat ajang ini berlangsung tertib dan menghibur.

Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu event pacu kuda paling bergengsi di Sumatera Barat. Selain menjadi ajang adu cepat dan kuat, kegiatan ini juga berperan menjaga tradisi pacu kuda yang telah mengakar kuat dalam budaya Minangkabau.

Untuk hari kedua, Senin (9/2/2026), panitia menjadwalkan 15 race yang akan dimulai pukul 09.30 WIB. Sejumlah kelas menarik siap dipertandingkan, dengan tensi persaingan yang diprediksi tak kalah panas dari hari pertama.

Dengan pembuka yang sukses dan penutup yang spektakuler lewat Derby 1.600 Meter, Pacu Kuda Wirabraja 2026 menjanjikan rangkaian lomba yang semakin seru dan layak ditunggu oleh para pecinta pacu kuda.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *