Ahmad Fadly Serahkan 133 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Unggul Tanah Datar Menuju Indonesia Emas 2045

PAGARUYUNG, TANAH DATAR | Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Jumat (20/2/2026), menjadi saksi momentum penting dalam perjalanan dunia pendidikan daerah itu. Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, secara langsung menyerahkan 133 Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Penugasan Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala UPT TK Negeri, Kepala UPT SD Negeri, dan Kepala UPT SMP Negeri. Suasana khidmat bercampur haru terasa ketika satu per satu nama dipanggil, menandai amanah baru yang akan mereka emban.

Didampingi Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, para staf ahli Bupati, asisten, Inspektur, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ahmad Fadly menegaskan bahwa mutasi dan rotasi kepala sekolah bukan sekadar agenda administratif rutin. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penyegaran organisasi demi meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di Tanah Datar.

Sebanyak 133 PNS resmi menerima SK, terdiri dari 3 Kepala UPT TK Negeri, 111 Kepala UPT SD Negeri, dan 19 Kepala UPT SMP Negeri. Jumlah yang tidak sedikit ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam membangun fondasi pendidikan dari jenjang usia dini hingga menengah pertama.

Dalam sambutannya, Ahmad Fadly menekankan bahwa mutasi dan rotasi adalah instrumen penting untuk mencapai tujuan organisasi yang optimal. Menurutnya, dinamika kepemimpinan di sekolah diperlukan agar semangat baru, gagasan segar, dan energi positif dapat tumbuh di lingkungan pendidikan.

“Pelaksanaan mutasi dan rotasi ini bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi secara optimal, sehingga terwujud kualitas pendidikan yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Ahmad Fadly di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik.

Ia mengingatkan bahwa posisi kepala sekolah bukan sekadar jabatan struktural, melainkan motor penggerak arah kebijakan pendidikan di satuan masing-masing. Kepala sekolah adalah pemimpin yang menentukan warna dan kultur sekolah, sekaligus menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi semakin strategis ketika dikaitkan dengan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan usia dini hingga menengah adalah fase penentu dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing generasi penerus.

“Tugas bapak dan ibu sangat berat. Di usia dini dan sekolah dasar inilah fondasi generasi kita dibangun. Berhasil atau tidaknya menciptakan generasi handal menuju Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan dari bagaimana pendidikan dikelola hari ini,” tegasnya.

Ahmad Fadly juga mengingatkan bahwa kepala sekolah memegang dua peran sekaligus: sebagai pendidik dan sebagai manajer. Sebagai manajer, kepala sekolah dituntut profesional dalam mengelola sumber daya manusia, sarana prasarana, serta anggaran pendidikan, termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia menegaskan agar pengelolaan dana BOS dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan. “Jangan sekali-kali memaksa atau membelanjakan dana BOS tidak sesuai peruntukkannya. Kelola dengan penuh tanggung jawab karena itu menyangkut hak peserta didik dan kepercayaan masyarakat,” pesannya dengan nada tegas.

Lebih jauh, Wakil Bupati berharap para kepala sekolah tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga mampu melahirkan inovasi dan ide-ide kreatif. Ia ingin sekolah-sekolah di Tanah Datar menjadi ruang tumbuh yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya daerah.

Ia mendorong para kepala sekolah untuk memotivasi guru dan tenaga kependidikan agar terus bergerak maju, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi siswa.

Momentum penyerahan SK tersebut bukan hanya simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam membangun pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Di tangan 133 kepala sekolah inilah harapan baru itu dititipkan—harapan akan lahirnya generasi Tanah Datar yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *