Safari Ramadan di Pariangan, Ahmad Fadly Dorong Kebangkitan Pasca Bencana dan Perkuat Peran Masyarakat

Tanah Datar | Langit senja di Labuatan, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, terasa lebih hangat dari biasanya. Di Masjid Tauhid yang telah berdiri selama lebih dari dua dekade, masyarakat berkumpul menyambut kedatangan Tim II Ramadan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang dipimpin langsung Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi., Selasa (24/2/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Tanah Datar itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa pesan penting: pembangunan harus tetap berjalan, meski daerah tengah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Sambutan hangat jamaah dan pengurus masjid menjadi gambaran kuatnya harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Wali Nagari Sungai Jambu, Wilmen, mewakili jamaah Masjid Tauhid, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Baginya, kehadiran Wakil Bupati menjadi energi moral bagi masyarakat yang sedang bangkit dari ujian bencana.

“Masjid ini sudah berdiri 26 tahun. Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati dan rombongan yang hadir di tengah masyarakat Sungai Jambu,” ujarnya.

Wilmen juga mengulas kembali peristiwa banjir bandang yang sempat melumpuhkan akses warga akibat jembatan putus dan merusak sejumlah rumah. Kini, jembatan telah dibangun kembali, sementara normalisasi sungai dan pembangunan sabo dam terus dikebut dengan total anggaran mencapai sekitar Rp50 miliar.

Namun di balik progres itu, ia tidak menampik adanya keterbatasan anggaran yang membuat sejumlah program nagari belum bisa direalisasikan tahun ini. Dengan rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut.

Menanggapi hal itu, Ahmad Fadly berbicara lugas. Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada ruang fiskal daerah. Nilainya tidak kecil, mencapai miliaran rupiah, sehingga memaksa pemerintah melakukan penyesuaian.

“Dalam situasi seperti ini, penentuan skala prioritas menjadi sangat penting. Kita harus memastikan anggaran yang terbatas benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bersama Bupati Eka Putra dan jajaran OPD, berbagai langkah terus dilakukan untuk mencari sumber pendanaan alternatif, baik melalui pemerintah provinsi maupun pusat.

“Percayalah, kami terus berjuang menghadirkan peluang-peluang pendanaan baru. Komitmen kami jelas, Tanah Datar harus tetap bergerak maju,” ungkap Ahmad Fadly di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perantau dan dunia usaha, untuk ikut ambil bagian dalam proses pembangunan. Menurutnya, membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi membutuhkan kolaborasi dan gotong royong.

Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi saat yang tepat untuk memperkuat kebersamaan. Ia mengimbau masyarakat agar memakmurkan masjid dengan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya sebagai fondasi spiritual dalam membangun daerah.

Tak lupa, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan penyakit masyarakat. Baginya, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter.

“Mari kita jaga anak kemenakan kita. Bangkit dari bencana, bangun kembali semangat, dan pastikan generasi kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Tim II Ramadan menyerahkan bantuan Rp10 juta, satu unit vacuum cleaner, serta bantuan berbuka puasa senilai Rp1,8 juta dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Dukungan juga datang dari Bank Nagari Syariah sebesar Rp2,5 juta, Bank Syariah Indonesia Rp500 ribu, serta bantuan Al-Qur’an senilai Rp750 ribu.

Kunjungan itu turut dihadiri Ketua GOW Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, Kalaksa BPBD, Sekretaris Dinas PUPR dan Pertanahan, Sekretaris Bappedalitbang, Kepala PLN Batusangkar, Kepala KLO BPJS Kesehatan Tanah Datar, pimpinan BSI dan Bank Nagari Syariah Cabang Batusangkar, Direktur Perumda Air Minum Tirta Alami, Camat Pariangan, serta unsur Forkopimca. Tausiah disampaikan oleh Buya Yendri Junaidi, Lc., M.A., yang mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai titik balik memperkuat iman dan solidaritas sosial.

Safari Ramadan di Masjid Tauhid bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus menegaskan komitmen untuk tetap melangkah maju meski dihadang keterbatasan. Di Sungai Jambu, pesan itu menguat: pembangunan boleh disesuaikan, tetapi harapan tidak boleh padam.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *