PADANG PARIAMAN | Waktu empat bulan bukanlah rentang yang panjang dalam birokrasi, namun bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, periode ini justru menjadi panggung pembuktian. Tanpa banyak seremoni, langkah-langkah percepatan langsung dijalankan dengan fokus pada hasil yang bisa dirasakan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan sektor kesehatan, pendekatan yang diambil tidak lagi sekadar administratif. Arah kebijakan bergerak lebih progresif, menyentuh langsung persoalan mendasar seperti akses layanan, kualitas pelayanan, hingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
Salah satu indikator paling nyata terlihat dari peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC). Angka kepesertaan jaminan kesehatan berhasil didorong naik menjadi 86,10 persen, dari sebelumnya 85,68 persen. Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan semakin banyak masyarakat yang kini memiliki perlindungan terhadap risiko kesehatan.
Di balik capaian tersebut, terdapat kerja sistematis yang melibatkan berbagai lini, mulai dari pendataan hingga optimalisasi kepesertaan. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam memastikan tidak ada lagi masyarakat yang terhambat mengakses layanan kesehatan hanya karena persoalan biaya.
Sementara itu, penguatan sektor promotif dan preventif juga menunjukkan arah yang jelas. Capaian imunisasi melonjak dari 2,3 persen menjadi 6,0 persen dalam waktu relatif singkat. Ini menjadi sinyal bahwa intervensi di tingkat pelayanan dasar mulai berjalan efektif.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi mulai terbangun, didorong oleh pendekatan yang lebih masif dan menyentuh langsung ke tingkat nagari. Strategi ini terbukti mampu mendorong perubahan perilaku secara perlahan namun pasti.
Tak berhenti di situ, perhatian terhadap kesehatan mental juga mulai ditempatkan sebagai prioritas. Pembangunan Klinik Jiwa yang saat ini tengah berproses menjadi bukti bahwa layanan kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada fisik, tetapi juga aspek psikologis masyarakat.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat kebutuhan layanan kesehatan jiwa terus meningkat, sementara fasilitas yang tersedia masih terbatas. Kehadiran klinik ini nantinya diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.
Penguatan sumber daya manusia kesehatan turut menjadi perhatian serius. Peningkatan kapasitas bidan desa terus didorong sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Peran mereka menjadi krusial dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan.
Dengan kompetensi yang semakin ditingkatkan, bidan desa diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, mulai dari masa kehamilan hingga pasca persalinan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat sejak awal kehidupan.
Di sisi inovasi, Dinas Kesehatan Padang Pariaman menunjukkan gebrakan yang cukup berani. Program Kelambu Negeriku hadir sebagai gerakan berbasis nagari yang mendorong masyarakat untuk mengenali dan melengkapi imunisasi bayi dan baduta.
Gerakan ini tidak hanya menjadi program, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan melibatkan berbagai elemen, program ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan kesehatan dari tingkat paling bawah.
Inovasi lain yang tak kalah menarik adalah GASPOL PAPA, sebuah gerakan sinergi antara pemanfaatan pangan lokal dengan dukungan dokter spesialis kebidanan dan anak. Program ini menjadi jawaban atas persoalan gizi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak secara terpadu.
Di tengah perkembangan teknologi, inovasi Klik JKA juga menjadi langkah adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern. Melalui platform ini, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan.
Seluruh capaian tersebut menunjukkan bahwa dalam waktu singkat, arah pembangunan kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman mulai bergerak ke jalur yang lebih progresif. Bukan hanya soal program, tetapi juga bagaimana program tersebut benar-benar berdampak.
Ke depan, tantangan tentu masih panjang. Namun fondasi yang telah dibangun dalam 100 hari kerja ini menjadi titik awal yang kuat untuk melanjutkan transformasi sektor kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi: Akselerasi program dalam waktu singkat menjadi gambaran nyata bahwa perubahan di sektor kesehatan bukan hal yang mustahil, selama didukung komitmen, inovasi, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
TIM RMO







