KMN, TANAH DATAR | Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi menegaskan kondisi Sumatera Barat saat ini tidak sedang baik-baik saja. Hal itu ia sampaikan saat mengikuti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan IV bersama provinsi dan seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang digelar secara virtual dari Aula Sekretaris Daerah Tanah Datar, Kamis (11/12/2025).
Pertemuan yang dipimpin Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi tersebut menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak bencana hidrometeorologi yang tengah melanda hampir seluruh wilayah Sumbar.
Dalam laporan yang disampaikan, terlihat jelas bahwa berbagai sektor krusial ikut terdampak, terutama pasokan pangan yang mulai mengalami gangguan akibat akses distribusi yang terhambat dan menurunnya produksi di sejumlah daerah.
Wabup Ahmad Fadly dalam kesempatan itu menekankan bahwa persoalan inflasi bukan hanya dialami Tanah Datar, melainkan seluruh kabupaten/kota yang bersinggungan langsung dengan bencana hidrometeorologi sejak beberapa pekan terakhir.
Ia menuturkan bahwa kenaikan harga pangan di pasaran merupakan efek berantai dari kerusakan infrastruktur, terganggunya logistik, hingga meluasnya area terdampak bencana yang menyebabkan distribusi menjadi tidak stabil.
“Ini bukan masalah satu daerah saja. Hampir semua wilayah Sumbar saat ini merasakan dampaknya. Distribusi terganggu, pasokan terganggu, dan akhirnya harga turut naik,” ujarnya dalam rapat.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga diarahkan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi momen Hari Besar Nasional Natal dan Tahun Baru yang berpotensi memicu peningkatan kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Wabup Fadly menegaskan bahwa TPID harus bergerak lebih cepat dan lebih kompak mengingat kondisi alam beberapa waktu terakhir semakin tidak menentu dan rentan memicu gejolak harga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci agar stabilitas harga dapat dipertahankan di tengah situasi yang terus berubah.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah rencana taktis mulai dirumuskan, seperti penguatan koordinasi distribusi, pemetaan ulang kebutuhan pangan prioritas, serta evaluasi stok komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga.
“Yang kita bicarakan hari ini adalah bagaimana semua level pemerintah mampu bergerak dalam satu gerakan yang selaras menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pokok yang paling rentan,” jelasnya.
Dalam agenda tersebut turut hadir Kepala Bappeda Litbang Tanah Datar Adryanti Rustam, Kepala Bagian Perekonomian Setda Tanah Datar Franky Adi Thama, serta perwakilan OPD lainnya yang terhubung dalam rapat virtual tersebut.
Kehadiran OPD terkait memperkuat koordinasi internal Tanah Datar dalam memetakan langkah antisipasi, termasuk pendataan cepat sektor pangan yang terdampak serta distribusi bantuan apabila diperlukan.
Wabup Fadly menutup dengan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus tetap sigap mengawal situasi tidak menentu ini, sekaligus menjaga masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Catatan Redaksi: Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan bijak menghadapi perubahan harga kebutuhan pokok. Informasi kebijakan akan terus diperbarui sejalan dengan langkah pengendalian inflasi di seluruh wilayah Sumatera Barat.
NANO BOJES






