TANAH DATAR | Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memastikan pemberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Sumatera Barat ke Bukittinggi tetap dilaksanakan. Keputusan ini menegaskan bahwa syiar Al-Qur’an tak boleh redup meski daerah sedang menghadapi masa sulit.
Pelepasan kafilah digelar di Aula TP-PKK Tanah Datar dengan dihadiri Bupati Eka Putra, SE, MM, Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi, Ketua LPTQ sekaligus Sekda Tanah Datar Abdurrahman Hadi, S.STP, M.Si, jajaran OPD, serta Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar. Suasana berlangsung penuh harapan dan optimisme.
Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menegaskan bahwa situasi bencana tak boleh memadamkan semangat masyarakat untuk terus menegakkan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menilai MTQ bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga bentuk kekuatan spiritual dan budaya yang harus dijaga.
Bupati mengakui adanya penyesuaian APBD akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, namun Tanah Datar tetap berdiri teguh untuk memberangkatkan kafilah terbaiknya. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi dukungan bagi para qari dan qariah yang telah berlatih maksimal.
“Meskipun kita sedang berada di masa sulit akibat bencana, syiar Islam harus tetap menggema. Walau terjadi pemotongan anggaran, Alhamdulillah Tanah Datar tetap bisa memberangkatkan para pejuang Al-Qur’an untuk MTQ Sumbar,” tegas Bupati dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar kafilah Tanah Datar dapat meraih prestasi terbaik. Ia memberi apresiasi khusus kepada pelatih dan official yang telah menjalankan pembinaan intensif melalui Training Center (TC).
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah menyiapkan bonus bagi peserta berprestasi. Untuk kategori perorangan, juara pertama akan menerima Rp27 juta, juara kedua Rp12 juta, dan juara ketiga Rp6 juta. Sementara untuk kategori beregu, bonus berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp13,5 juta.
Selain itu, peserta non-peringkat dan official pendamping juga mendapat insentif sebagai penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama Tanah Datar. Semua bentuk dukungan ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta.
Kabag Kesra Afrizon melaporkan bahwa Tanah Datar mengirimkan 73 kafilah yang akan berlaga pada 13 cabang dan 32 golongan lomba. Menariknya, 99 persen peserta adalah putra-putri asli Tanah Datar, hasil pembinaan berjangka panjang yang dilakukan secara terstruktur.
Rombongan turut diperkuat 166 pendamping, termasuk pelatih, tenaga kesehatan, hingga pengemudi. Untuk mobilisasi, pemerintah menyediakan satu unit bus dan enam minibus yang didukung penuh oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bagi Tanah Datar, pemberangkatan kafilah MTQ tahun ini lebih dari sekadar partisipasi. Ia menjadi simbol keteguhan, kebangkitan, dan semangat untuk terus bergerak maju meski berada dalam masa pemulihan bencana. Pemerintah berharap, kerja keras seluruh peserta dapat kembali mengharumkan nama daerah.
Pada akhirnya, MTQ menjadi ruang bagi Tanah Datar untuk menunjukkan bahwa kekuatan spiritual dan budaya masyarakatnya tetap terjaga. Harapan besar disematkan pada seluruh kafilah agar mampu tampil gemilang membawa kebanggaan untuk Luhak Nan Tuo.
Catatan Redaksi:
Berita ini telah disunting ulang sesuai ketentuan penulisan khusus Tanah Datar, termasuk struktur 12 paragraf, penyesuaian gaya bahasa, serta penambahan tagar di paragraf terakhir.
#Kabupatentanahdatar
#Nanobojes





