Bupati Tanah Datar Hadiri Buka Puasa di Cikeas, Perkuat Komunikasi dengan AHY dan SBY

CIKEAS | Suasana senja di Cikeas, Minggu (22/2/2026), terasa berbeda. Di antara ratusan tokoh nasional yang menghadiri buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, hadir sosok yang membawa semangat Luhak Nan Tuo: Bupati Tanah Datar. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi simbol keterhubungan daerah dengan pusat dalam balutan silaturahmi Ramadan.

Di pelataran kediaman yang menjadi saksi banyak pertemuan strategis nasional itu, Bupati Tanah Datar tampak berbincang hangat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Momen tersebut menjadi ruang komunikasi yang sarat makna, terutama dalam konteks memperjuangkan aspirasi daerah di level nasional.

Ramadan menghadirkan nuansa kebersamaan yang kental. Dalam suasana religius dan penuh keakraban, percakapan yang terjalin tidak hanya sebatas basa-basi. Ada semangat membangun, ada harapan untuk memperkuat sinergi, dan ada tekad agar Tanah Datar semakin mendapat ruang dalam agenda pembangunan yang lebih luas.

Bupati Tanah Datar menyampaikan bahwa silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga komunikasi lintas wilayah dan lintas kepemimpinan. “Daerah harus aktif membangun jejaring. Aspirasi masyarakat Tanah Datar perlu disuarakan di forum-forum strategis agar program pembangunan bisa berjalan selaras antara pusat dan daerah,” ungkapnya.

Kehadiran kepala daerah di forum nasional menjadi pesan tersendiri bagi masyarakat. Tanah Datar tidak berjalan sendiri. Ia hadir, berdialog, dan mengambil peran. Dalam dinamika politik dan pembangunan nasional, komunikasi yang baik menjadi kunci untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

AHY dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas serta mendorong percepatan pembangunan. Sementara SBY mengingatkan bahwa kebersamaan dan persatuan adalah fondasi utama dalam menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan.

Bagi masyarakat Luhak Nan Tuo, momen ini menghadirkan harapan baru. Silaturahmi yang terbangun di Cikeas diharapkan tidak berhenti pada foto dan pertemuan seremonial, tetapi berlanjut pada kebijakan dan dukungan konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ramadan menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian. Nilai kejujuran, ketulusan, dan tanggung jawab moral menjadi landasan dalam setiap langkah membangun daerah.

Dari Cikeas, Bupati Tanah Datar membawa pulang semangat kolaborasi dan optimisme. Sebuah pesan bahwa Tanah Datar terus bergerak, memperkuat posisi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Silaturahmi itu mungkin berlangsung hanya beberapa jam. Namun maknanya, bagi perjalanan pembangunan Tanah Datar, bisa menjadi pijakan panjang menuju sinergi yang lebih kokoh antara daerah dan kepemimpinan nasional.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *