Eka Putra Terima Apresiasi IDSD 2025, Tanah Datar Tegaskan Daya Saing Berbasis Inovasi

Tanah Datar | Di tengah arus transformasi pembangunan nasional yang semakin kompetitif, Kabupaten Tanah Datar kembali menorehkan catatan membanggakan. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE., MM., menerima sertifikat apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dalam acara resmi yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Kehadiran Eka Putra didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Bappedalitbang Andriyanti Rustam, serta Kabid Litbang Edward, menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperkuat daya saing daerah melalui pendekatan berbasis inovasi, riset, dan kolaborasi lintas sektor.

Di forum nasional yang dihadiri para menteri dan kepala lembaga tersebut, nama Tanah Datar disebut sebagai salah satu daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan ekosistem inovasi. Sertifikat apresiasi diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., serta Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., M.A.

Bagi Eka Putra, capaian ini bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan refleksi kerja kolektif yang terbangun selama ini. Ia menegaskan bahwa IDSD merupakan instrumen strategis untuk mengukur kesiapan dan kemajuan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“IDSD merupakan instrumen penting untuk mengukur kemajuan dan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan dukungan masyarakat Tanah Datar,” ujar Eka Putra.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas langkah-langkah konkret yang telah ditempuh Tanah Datar dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya inovasi daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, arah pembangunan Tanah Datar memang menitikberatkan pada penguatan sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas layanan publik, serta optimalisasi peran riset dalam perumusan kebijakan. Pendekatan tersebut dinilai selaras dengan semangat IDSD yang menempatkan inovasi sebagai fondasi utama daya saing.

Eka Putra menegaskan bahwa penguatan daya saing tidak boleh berhenti pada pencapaian angka indeks. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana indikator tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata, terukur, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ke depan, berbagai program berbasis inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem riset daerah akan terus kami dorong secara berkelanjutan. Ini menjadi prioritas pembangunan Tanah Datar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Prof. Arif Satria menyampaikan bahwa IDSD 2025 dirancang sebagai alat ukur yang mudah dipahami dan mampu mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi di tingkat daerah. Ia mengapresiasi daerah-daerah yang menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem riset yang kuat.

“Melalui pengukuran ini, BRIN berupaya memberikan gambaran objektif terhadap perkembangan daya saing daerah. Pada akhirnya, penguatan daya saing daerah akan bermuara pada penguatan daya saing nasional,” ujarnya.

Partisipasi aktif Tanah Datar dalam rilis IDSD 2025 menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tidak sekadar mengikuti agenda nasional, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Momentum ini sekaligus menjadi energi baru untuk terus berbenah, berinovasi, dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bagi masyarakat Tanah Datar, apresiasi IDSD 2025 bukan sekadar penghargaan simbolik. Ia adalah penegasan bahwa kerja keras yang dibangun bersama — antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat — mampu membawa daerah ini berdiri sejajar di panggung nasional sebagai daerah yang berdaya saing dan siap menghadapi masa depan.

NB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *