Batusangkar, Tanah Datar | Suasana Ramadhan di Kabupaten Tanah Datar terasa istimewa, Senin malam (02/03/2026), ketika Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, melaksanakan Shalat Isya dan Taraweh berjamaah di Masjid Muhammadiyah Batusangkar. Kehadiran menteri di tengah jamaah menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat dan penuh makna.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda groundbreaking pembangunan sabodam di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan. Proyek pengendali lahar dan sedimen dari Gunung Marapi itu menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah, mengingat urgensinya bagi keselamatan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai.
Sebelum menunaikan ibadah, rombongan Menteri PU disambut hangat oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dalam acara berbuka puasa bersama di Gedung Indojolito Batusangkar. Kebersamaan itu tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat sinergi pusat dan daerah.
Turut hadir dalam rombongan, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, bersama jajaran pejabat daerah lainnya. Silaturahmi lintas daerah ini memperlihatkan bahwa penanganan dampak erupsi Gunung Marapi bukan hanya tanggung jawab satu wilayah, melainkan kepentingan bersama.
Bupati Eka Putra menyampaikan bahwa peletakan batu pertama pembangunan sabodam akan dilaksanakan keesokan harinya di Nagari Sungai Jambu. Ia menegaskan bahwa proyek ini sangat dinantikan masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.
“Alhamdulillah, besok akan diletakkan batu pertama pembangunan pengendali lahar atau sedimen Gunung Marapi tahap pertama tahun anggaran 2025–2027. Mari kita dukung bersama agar pengerjaannya cepat selesai sehingga masyarakat tidak lagi cemas saat curah hujan tinggi,” ujar Bupati dengan penuh harap.
Sabodam yang direncanakan tersebut menjadi bagian penting dari sistem mitigasi bencana. Sejak erupsi Gunung Marapi, ancaman lahar dingin saat hujan deras menjadi kekhawatiran warga. Aliran material vulkanik yang terbawa arus sungai berpotensi merusak permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur.
Karena itu, kehadiran Menteri PU di Tanah Datar bukan sekadar kunjungan administratif, melainkan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali bencana. Masyarakat menyambutnya dengan optimisme baru.
Usai Shalat Taraweh berjamaah, Menteri PU menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta kepada pengurus Masjid Muhammadiyah. Selain itu, melalui Kementerian PU juga diserahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung kegiatan dan operasional masjid.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar turut menyerahkan bantuan Rp25 juta yang diserahkan melalui Sekretaris Daerah kepada pengurus masjid. Bantuan tersebut disambut haru oleh jamaah dan pengurus sebagai wujud kepedulian bersama.
Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Menteri PU hadir langsung ke Tanah Datar di tengah padatnya agenda nasional. Ia menilai pembangunan sabodam sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi lahar dingin akibat erupsi Gunung Marapi.
“Atas nama jamaah Masjid Muhammadiyah, kami juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ungkapnya, disambut doa dan harapan dari para jamaah yang memenuhi saf-saf masjid malam itu.
Ramadhan kali ini pun menjadi saksi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang dibingkai dalam nuansa ibadah. Dari meja buka puasa hingga lantunan doa taraweh, Tanah Datar tidak hanya menerima kunjungan kerja, tetapi juga pesan kuat tentang kepedulian, sinergi, dan ikhtiar bersama menjaga keselamatan masyarakat.
Catatan Redaksi: Berita ini ditulis dalam pendekatan feature untuk menonjolkan sisi kemanusiaan, kebersamaan Ramadhan, serta komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Tanah Datar.
NB






