KMN, TANAH DATAR | Upaya serius Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam meminimalisir risiko banjir kembali ditunjukkan melalui langkah cepat Bupati Eka Putra yang menurunkan satu unit alat berat guna menormalisasi aliran Sungai Muaro Samuik di Nagari Padang Laweh Malalo, Jumat (12/12).
Normalisasi ini menjadi tindak lanjut langsung setelah Bupati meninjau kondisi sungai yang dipenuhi material batu, kayu, serta endapan lumpur akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Bupati Eka Putra, penumpukan material di beberapa titik aliran sungai berpotensi besar menghambat arus air dan memicu luapan yang dapat membahayakan warga di kawasan hilir.
Ia menegaskan bahwa pengerjaan normalisasi mencakup pelebaran dan pendalaman aliran sungai agar air dari hulu dapat mengalir lancar tanpa hambatan yang berarti.
“Alat berat kita turunkan hari ini untuk memperlancar kembali aliran Sungai Muaro Samuik. Penumpukan material harus segera dibersihkan agar warga terhindar dari ancaman banjir,” ujar Bupati.
Selain memantau pekerjaan lapangan, Bupati Eka Putra juga menggelar diskusi bersama Dandim 0307/TD Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ten Ferry, tokoh masyarakat H. Mini, serta sejumlah warga yang hadir.
Dalam diskusi tersebut, perhatian diarahkan pada langkah-langkah pasca-bencana, khususnya bagaimana masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan dan mengurangi faktor-faktor pemicu bencana.
Bupati turut mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar selalu waspada, terutama karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menjaga kebersihan aliran sungai, serta segera menginformasikan jika ditemukan tanda-tanda potensi bahaya di sekitar area permukiman.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap pekerjaan normalisasi ini dapat mengurangi risiko banjir serta memberikan rasa aman bagi warga di Nagari Padang Laweh Malalo.
Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu kunci agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan berkelanjutan dan lebih efektif di masa mendatang.
Dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas pihak, Pemkab Tanah Datar optimis kawasan tersebut akan lebih terlindungi dari ancaman banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan ekstrem.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini disusun untuk memberikan informasi terkait langkah mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam menjaga keselamatan warga dan lingkungan.
Nano Bojes






