KMN, TANAH DATAR | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung kawasan Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang merusak jalan nasional serta infrastruktur pendukung di kawasan strategis tersebut.
Lembah Anai merupakan jalur vital penghubung antardaerah sekaligus urat nadi perekonomian Sumatera Barat. Bencana alam yang melanda kawasan ini beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan serius pada badan jalan, alur sungai, jembatan, serta mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Dalam peninjauan lapangan itu, Presiden Prabowo didampingi anggota DPR RI Andre Rosiade, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumatuti, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait. Hadir pula Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Dandim 0307 Tanah Datar, dan Kapolres Padang Panjang.
Presiden meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi sungai serta badan jalan yang terdampak parah. Pemerintah pusat menargetkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar jalur ini kembali berfungsi normal dan aman bagi pengguna jalan.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat dalam membantu Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Tanah Datar, untuk memulihkan dampak bencana secara cepat dan berkelanjutan.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatera Barat menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Jalan Lembah Anai akan terus dikebut pengerjaannya karena ini merupakan akses utama masyarakat dan perekonomian,” kata Eka Putra.
Saat ini, jalur Lembah Anai masih diberlakukan sistem buka-tutup demi keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Pekerjaan Umum, akses jalan tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juli 2026 setelah seluruh tahapan rehabilitasi dan penguatan struktur rampung.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga melaporkan langsung kepada Presiden mengenai kerusakan infrastruktur lain akibat bencana, mulai dari jalan kabupaten, jembatan, jaringan irigasi, hingga kondisi warga terdampak yang masih berada di pengungsian.
“Seluruh kondisi di lapangan kami sampaikan secara langsung, termasuk masyarakat yang masih mengungsi. Alhamdulillah, semua mendapat respons yang sangat baik dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan senilai Rp4 miliar untuk penanganan bencana di Kabupaten Tanah Datar. Dana tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
“Huntara sedang dibangun oleh TNI dan ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari ke depan. Lokasinya tersebar di Kecamatan X Koto, Batipuh, dan Batipuh Selatan,” jelas Eka Putra.
Di akhir pernyataannya, Bupati Tanah Datar menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, OPD, hingga masyarakat yang bahu-membahu mempercepat pemulihan daerah.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan yang melintasi kawasan Lembah Anai untuk tetap waspada, mematuhi pengaturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan selama proses perbaikan masih berlangsung.
Nano Bojes






